Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Introduksi

Blog ini mengemas NEWS, PROSA, PUISI, dan CERITA-SEKITAR-KITA. Sebagian besar berisi berita yang "Tidak Mengenakkan Dalam Masyarakat". Alasannya adalah supaya para pembaca tidak ikut-ikutan menjadi Orang Indonesia yang "Buruk". Kita sudah bosan dengan kerusuhan, konflik, entah atas dasar SARA atau Intervensi Asing, jadi marilah kita lindungi diri kita dari orang atau kelompok yang "Menginginkan Keburukan Terjadi Dalam Negeri Kita Ini".


_Asah Terus Penamu_





WeDaySupport

Tamu Wajib Lapor










hibah sejuta buku

Pembunuhan Bos Sanex Diduga Terencana

  • Minggu, 19 Februari 2012
  • A. Moses Levitt
  • Label , , , ,
  • Penyidik Subdit Umum Polda Metro Jaya kini tengah mendalami dugaan pembunuhan yang telah direncanakan terhadap bos PT Sanex Steel Indonesia (SSI), Tan Harry Tantono alias Ayung (45), di Swiss-Belhotel Sawah Besar, Jakarta Pusat. Hal ini didukung oleh beberapa petunjuk yang dihimpun aparat kepolisian.

    Dugaan pembunuhan ini direncanakan, sedang kami dalami.

    -- AKBP Helmy Santika

    "Dugaan pembunuhan ini direncanakan, sedang kami dalami. Keterangan para pelaku kini tengah kami himpun sambil mengejar pelaku lainnya supaya kasus ini semakin terang," ungkap Kepala Subdit Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Helmy Santika, Selasa (7/2/2012), di Mapolda Metro Jaya.

    Polisi menemukan bahwa sebelum Ayung masuk ke dalam kamar 2701, ternyata sudah ada empat orang lainnya di dalam kamar. Empat orang pria itu terekam dalam kamera CCTV yang dimiliki kepolisian masuk ke dalam kamar 2701 bersama-sama. Beberapa saat kemudian, Ayung lalu keluar dari lift dan menuju kamar 2701 seorang diri. "Salah seorang yang sudah menunggu di dalam kamar membukakan pintu saat Ayung datang," ucap Helmy.

    Polisi masih mendalami isi pertemuan keempat pria itu dengan Ayung. Tetapi, empat pria itu tak lama berada di dalam karena mereka pun akhirnya meninggalkan Ayung di kamar 2701 seorang diri. "Selanjutnya baru ada 12 orang lainnya yang terekam di kamera mereka menuju ke arah kamar 2701 di hotel itu bergerombolan. Di antara 12 orang itu ada lima orang yang sudah diamankan polisi. Kami masih dalami peran semuanya apakah semuanya ikut membunuh atau tidak," kata Helmy.

    Adapun empat orang yang pertama masuk kamar itu, kini masih diburu aparat kepolisian. Kamar 2701 itu juga dipesan atas nama SM yang merupakan salah satu pelaku yang sudah ada sebelum Ayung datang. SM pun kini melarikan diri dan masih diburu aparat kepolisian. Diduga, kamar itu menjadi lokasi pembunuhan yang sebelumnya sudah disiapkan pelaku.

    Diberitakan sebelumnya, seorang pengusaha peleburan besi PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono (45), ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah sofa kamar Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/1/2012) malam. Informasi ini baru diketahui polisi setelah tiga orang pelaku yakni C (30), A (28), dan T (23) mengaku membunuh Harry dan menyerahkan diri tak lama setelah pembunuhan terjadi.

    Setelah dikembangkan, polisi juga menahan DN dan KP. Keduanya berperan melakukan penganiayaan dengan memukul korban. Berdasarkan pengakuan tiga tersangka, pembunuhan terhadap Harry dilakukan karena Harry berjanji akan membayarkan upah Rp 600 juta atas jasa penagihan utang (debt collector) yang dilakukan ketiganya. Namun, sesampainya di kamar hotel, ternyata uang itu tidak juga di dapat. Akhirnya, salah satu pelaku mengeluarkan pisau kemudian menusuk pelaku yang diikuti pelaku lainnya.

    0 komentar:

    Related Posts with Thumbnails

    La Musica