Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Introduksi

Blog ini mengemas NEWS, PROSA, PUISI, dan CERITA-SEKITAR-KITA. Sebagian besar berisi berita yang "Tidak Mengenakkan Dalam Masyarakat". Alasannya adalah supaya para pembaca tidak ikut-ikutan menjadi Orang Indonesia yang "Buruk". Kita sudah bosan dengan kerusuhan, konflik, entah atas dasar SARA atau Intervensi Asing, jadi marilah kita lindungi diri kita dari orang atau kelompok yang "Menginginkan Keburukan Terjadi Dalam Negeri Kita Ini".


_Asah Terus Penamu_





WeDaySupport

Tamu Wajib Lapor










hibah sejuta buku

JAJALINDO.COM

  • Sabtu, 21 Januari 2012
  • A. Moses Levitt
  • Label , , ,








  • JajalIndo

    Oleh Benjamin

    Jajalindo merupakan singkatan dari "Jalan-jalan Indonesia" adalah contextual hyperlocation search Indonesia. Jajalindo dibentuk oleh 5 anak muda yang sebagian besar masih di bangku kuliah. Banyak keuntungan dan kemudahan yang bisa didapatkan user melalui Jajalindo, diantaranya kemudahan bagi user dalam mencari suatu tempat, misalnya tempat untuk hang out, makan,menginap, berekreasi, atau berolahraga.

    Pencarian tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan dan situasi (contextual) dari user tersebut. Keuntungan lain yang dapat diperoleh user (sedang dikembangkan) yaitu user dapat mengetahui deals apa saja yang ditawarkan di tempat-tempat tersebut, sehingga user dipastikan akan mendapatkan pengalaman terbaik, dengan harga terbaik.

    Konten Jajalindo:

    Artikel

    Sebuah cara mudah untuk mencari info tentang tempat apapun. Bahkan kalian dapat menuliskan review tentang tempat itu, melihat tempat terdekat dan melakukan rate.

    Interest

    Sebuah komunitas dimana isinya adalah orang-orang yang memiliki hobi yang sama. Datang, follow, dan mulai diskusikan hobi kalian antara sesama user.

    Badge

    Penghargaan yang diberikan oleh Jajalindo pada usernya yang sudah aktif. Koleksi semua badge-badgenya dan jadilah user paling aktif di Jajalindo!

    Anda bisa Temukan Jajalindo di:

    Telephone : +62 21 29026711

    Alamat: PT. INFINITE TECHNOLOGY Jl.TENTARA PELAJAR, RUKAN PERMATA SENAYAN, 51E Jakarta Selatan, Indonesia

    Email : support@jajalindo.com

    : marketing@jajalindo.com

    Facebook : facebook.com/jajalindo

    Twitter : twitter.com/jajalindo

    http://jajalindo.com/r/925574009119694

    Nurina Savitri: Indonesia Butuh Tayangan Edukatif

  • Jumat, 20 Januari 2012
  • A. Moses Levitt
  • Label , , ,


  • Masyarakat Indonesia saat ini membutuhkan tayangan edukatif ketimbang sinetron-sinetron yang hanya menjual mimpi dan hal-hal semu.

    Karena itulah, Nurina Savitri (27), perempuan kelahiran Surabaya, 30 Juni 1984, memilih bergabung dengan Kompas di Layar Kaca.

    "Sebelum memutuskan bergabung, saya cek lebih dahulu apakah ada tayangan sinetron. Ternyata Kompas lebih mengedepankan tayangan-tayangan edukatif yang mendidik masyarakat," ungkap Nurina Savitri, lulusan Universitas Airlangga Surabaya angkatan 2002 itu.

    Nurina, yang pernah terpilih sebagai Wakil IIII Cak dan Ning Surabaya tahun 2006, sebelumnya pernah bekerja di MyRadio di Surabaya selama satu tahun saat masih menjadi mahasiswi Hubungan Internasional FISIP Unair. Setelah itu Nurina bekerja di stasiun MetroTV selama 2,5 tahun, ditempatkan di Jakarta, Medan, dan Makassar.

    Nurina juga pernah mendalami bidang broadcast selama satu tahun di Voice of America (VOA) di Washington DC, Amerika Serikat. Selesai mengikuti beasiswa VOA pada April 2011, Nurina langsung bergabung dengan Kompas di Layar Kaca.

    "Saya yakin Kompas di Layar Kaca mampu mempertahankan kredibilitasnya. Sudah saatnya masyarakat diberi hiburan yang mendidik dan informasi yang berimbang, tidak berpihak," kata Nurina, news producer.

    **menjadi trend akhir-akhir ini--setelah MetroTV dan TVOne—bahwa para presenter atau pembawa berita di televisi, direkrut dari manusia-manusia fresh-graduate dan dikarunia wajah cantik dan body-nya aduhai. Nah, sungguh beruntung, mendengar banyak generasi muda hebat ini memberikan teladan baik yakni anti-sinetron. Sebab saya juga setuju bahwa sinetron membuat generasi muda negeri ini menjadi semakin instan, nrimo, hidup dalam dunia semu.**

    Amie Ardhini: Pernah Bercita-cita Jadi Astronot

  • A. Moses Levitt
  • Label , , ,


  • Ketika masih duduk di bangku sekolah menengah di Kendari, Sulawesi Tenggara, Amie Ardhini (27) bercita-cita menjadi astronot dan ilmuwan. "Mengapa terpikir ingin menjadi astronot? Sejak kecil saya senang dengan dunia ilmu, dunia sains dan teknologi," kata Amie, news presenter "Kompas Petang".

    Amie melanjutkan pendidikan ke Fakultas Teknik Nuklir Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tahun 2002 dan lulus empat tahun kemudian. Tahun 2007, Amie sempat menjadi reporter lepas MetroTV. Kurang dari satu tahun kemudian, Amie pindah ke TVRI pusat menjadi presenter.

    "Saya belajar banyak soal broadcast dan pertelevisian dari TVRI. Saya belajar hal-hal mendasar dari TVRI," kata Amie yang bernama lengkap Andi Rachmi Ardhini itu.

    Di TVRI, Amie menekuni dunia televisi selama empat tahun. Ia pernah mendapat tugas internasional, antara lain APEC 2009, siaran langsung dari Singapura, dan satu abad Muhammadiyah, siaran langsung dari Madinah.

    Setelah bergabung dengan Kompas di Layar Kaca, April 2011, Amie, perempuan kelahiran Makassar, 29 November 1984, ini merasa bangga bisa menjadi bagian dari keluarga besar Kompas Gramedia. "Dalam dunia jurnalistik, Kompas is the best. Kompas dikenal dengan kredibilitas dan independensinya," kata Amie, yang senang travelling dan membaca buku itu.

    **yang menarik adalah TVRI dan MetroTV menjadi langkah pertama presenter ini masuk ke dunia pertelevisian. Dari situ dapat dimengerti bahwa presenter ini tidak tertarik pada sinetron dan lebih tertarik dengan hal natural seperti travelling dan baca buku, dibandingkan menghabiskan waktu di depan sinetron yang tidak mengajarkan apa-apa. Semu. **

    Cindy: Tak Ada Sinetron? Oke Banget

    Cindy Sistyarani (26) mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Kompas di Layar Kaca. "Salah satunya karena tidak ada sinetron. Itu keputusan yang tepat. Dan, ternyata sebagian besar masyarakat Indonesia memang tidak suka sinetron," kata Cindy, Rabu (26/10/2011) malam.

    Perempuan kelahiran Surabaya, 17 Januari 1985, ini sebenarnya "terpeleset" masuk ke dunia jurnalistik. "Awalnya saya ingin masuk dunia marketing sesuai kuliah saya," kata sarjana ekonomi dari Universitas Airlangga angkatan 2002 itu.

    Saat menyusun skripsi, Cindy mencoba bekerja di TVOne di Surabaya dan setelah lulus tahun 2007, ia bergabung dengan TVOne di Jakarta. Pengalaman di TVOne selama tiga tahun itu berguna bagi Cindy saat bergabung ke Kompas di Layar Kaca.

    "Kompas di Layar Kaca menjadi kebanggaan Indonesia, menjelajahi keindahan Indonesia. Kompas di Layar Kaca sangat Indonesia. Ini kelebihannya. Orang Indonesia tak boleh lupa bahwa Indonesia negeri indah dan permai," kata Cindy.

    Anak bungsu dari tiga bersaudara ini sejak kecil sudah hobi berenang. "Ibuku dulu menginginkan anak-anaknya bisa berenang. Jadilah saya suka berenang sampai sekarang," kata Cindy yang percaya bahwa rutin berolahraga memberi dampak positif pada kesehatan jiwa dan raga.

    **Jadi mereka yang bekerja di KompasTV ini adalah pentolan dari TVOne. Berterima kasih pada TVOne karena memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia, terkhusus kaum perempuan, untuk tidak sepenuhnya menonton sinetron dan infotainment yang sifatnya tidak mendidik masyarakat banyak, jauh dari kenyataan hidup sehari-hari yang harus mereka hadapi. Dan lihatlah, betapa hoby presenter ini bukannya belanja, nonton film atau makan, tapi berenang.**

    Related Posts with Thumbnails

    La Musica