Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Introduksi

Blog ini mengemas NEWS, PROSA, PUISI, dan CERITA-SEKITAR-KITA. Sebagian besar berisi berita yang "Tidak Mengenakkan Dalam Masyarakat". Alasannya adalah supaya para pembaca tidak ikut-ikutan menjadi Orang Indonesia yang "Buruk". Kita sudah bosan dengan kerusuhan, konflik, entah atas dasar SARA atau Intervensi Asing, jadi marilah kita lindungi diri kita dari orang atau kelompok yang "Menginginkan Keburukan Terjadi Dalam Negeri Kita Ini".


_Asah Terus Penamu_





WeDaySupport

Tamu Wajib Lapor










hibah sejuta buku
Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teroris. Tampilkan semua postingan

Teroris Norwegia Itu Dinyatakan Tidak Gila




Tersangka pelaku terorisme Norwegia, Anders Behring Breivik , dinyatakan tidak gila. Kesimpulan itu diambil oleh tim psikiater yang memeriksa pelaku pembunuhan 77 orang dengan bom dan tembakan di Norwegia.

Kesimpulan terbaru itu diungkap enam hari sebelum Breivik menjalani persidangan kasus terorisme dalam kejadian 22 Juli 2011 itu.

Ini bertentangan dengan hasil pemeriksaan November 2011 yang menyatakan Breivik sebagai psikopat hingga para penuntut diharapkan menjebloskan Breivik ke rumah sakit jiwa, bukan penjara, jika Breivik dinyatakan bersalah.

Kesimpulan itu diambil oleh psikiater Terje Toerrissen dan Agnar Aspaas atas permintaan pengadilan menyusul kecaman terhadap diagnosa sebelumnya.

"Kesimpulan utama dari para pakar adalah Anders Behring Breivik tidak mengalami gangguan jiwa saat melakukan aksinya pada 22 Juli 2011," pengadilan Oslo menyatakan.

Breivik sudah mengakui perbuatannya, yakni meledakkan bom yang menewaskan delapan orang di pusat kota Oslo, dan menembaki peserta perkemahan pemuda di Pulau Utoya yang menewaskan 69 orang.

Meskipun demikian, Breivik membantah melakukan kejahatan. Dia berkilah, serangan-serangan itu diperlukan dalam yang disebutnya "perang sipil melawan Islam di Eropa."

Pengadilan akan menjadikan kedua diagnosa kejiwaan itu sebagai bukti dalam persidangan yang akan dimulai Senin (16/4/2012). Persidangan dijadwalkan berlangsung selama 10 pekan.

Jika dinyatakan bersalah tetapi mengalami gangguan jiwa, Breivik hanya akan menjalani perawatan kejiwaan , bukan hukuman penjara.

Sebaliknya, jika dinyatakan hakim "berpihak" pada hasil pemeriksaan kedua, bahwa Breivik tidak gila, tersangka terorisme itu menghadapi hukuman 21 tahun penjara dengan kemungkinan diperpanjang agar tidak mengulangi perbuatannya.

**menarik sekali pernyataan orang ini bahwa tindakan membunuh orang lain adalah “perang sipil melawan Islam di Eropa”. Jika orang ini dinyatakan psikopat dan gila, kita tentu bisa juga mengatakan bahwa mereka yang membom dan membunuh orang lain/orang asing dengan alasan perang terhadap asing, Amerika dan antek-anteknya itu sebagai gila dan psikopat juga. Ada suatu buah pikiran yang kiranya sama mengilhami orang-orang semacam ini yaitu menolak setiap perbedaan, menolak toleransi, dan membalas dendam akan sesuatu hal. Dan yang mereka pilih, tentu saja membunuh/melukai orang dengan maksud memberikan peringatan atau semacam shock terapi. Tapi kita makhluk sosial, diatas segalanya, kita sama-sama manusia. Agama atau ideology itu muncul baru “kemaren dulu”, jadi jika ada orang-orang semacam ini di sekitar kita, laporkan dia pada yang berwajib. Hukum penjara seumur hidup atau hukuman mati**

Pentagon Mau Diledakan dengan Pesawat Mainan

  • Kamis, 29 September 2011
  • A. Moses Levitt
  • Label , ,
  • Teroris seakan tidak pernah tidur dalam mencari sasaran. Seorang pria 26 tahun dari Massachusetts, AS, yang bergelar sarjana fisika, ditangkap, Rabu (28/9/2011), karena karena dituduh telah merencanakan penyerangan terhadap Pentagon dan US Capitol dengan pesawat terbang mainan yang dikendalikan remote.




    Menurut pihak berwenang AS, pria itu, yang bernama Rezwan Ferdaus, merupakan warga AS asal Ashland, Massachusetts. Ia berencana akan menggunakan pesawat mainan yang diisi dengan bahan peledak plastik C-4. Penangkapan tersebut merupakan hasil dari sebuah operasi penyamaran FBI. Ferdaus yang bergelar sarjana fisika dari Northeastern University di Boston itu juga dituduh telah berupaya untuk memberi dukungan material dan sumber daya buat Al Qaeda guna menyerang tentara AS di luar negeri.

    Pengacaranya, yang disediakan oleh pemerintah federal, tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

    Seorang pejabat penegak hukum mengatakan, Ferdaus tidak segera menimbulkan bahaya bagi masyarakat karena operasi penyamaran menjalin hubungan dekat dengan dia. "Tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa ia terkait dengan sebuah organisasi teroris asing. Sepertinya ia jadi radikal karena nonton video di internet. Dia diberi kesempatan untuk mundur, tetapi dia tidak pernah ragu akan niatnya untuk melakukan serangan," kata sumber itu.

    Penyelidikan tersebut juga melibatkan seorang saksi yang bekerja sama dengan dia, dan pihak berwenang mulai merekam percakapan antara saksi itu dan Ferdaus sejak Januari, kata pihak berwenang. Ferdaus mulai merencanakan sebuah "jihad" terhadap Amerika pada awal 2010. Ia memasok agen-agen FBI yang menyamar dengan ponsel-ponsel yang telah dikerjai agar bisa berfungsi sebagai pemicu untuk perangkat peledak yang telah diimprovisasi, yang akan digunakan dalam membunuh tentara AS di luar negeri.

    Agen federal yang menyamar memberikan Ferdaus 25 pon bahan peledak C-4 palsu. Menurut sumber itu, hanya sedikit dari jumlah itu yang benar-benar bahan peledak. Para agen FBI juga memberikan kepada Ferdaus enam unit senapan serbu AK-47 dan tiga granat, tetapi semuanya tidak dapat digunakan.

    Menurut pihak berwenang, antara Mei dan September ini, Ferdaus memesan dan memperoleh sebuah pesawat mainan yang dikendalikan dengan remote seharga 6.500 dollar AS (setara Rp 57,7 juta), yaitu sebuah F-86 Sabre, yang disimpan di sebuah fasilitas penyimpanan di Framingham, Massachusetts, dengan memakai nama palsu. Meskipun punya pesawat mainan, seorang pejabat penegak hukum lain mengatakan, "Orang itu tidak pernah benar-benar menjadi sebuah ancaman."

    Ferdaus belum menikah dan tak punya anak. Seorang hakim federal di Worcester, Massachusetts, Rabu, memerintahkan Ferdaus ditahan hingga Senin ketika persidangan akan digelar. 
     
     
    **kalau AS kecolongan lagi seperti 11/9, perlu diselidiki apakah AS memang berniat memerangi terorisme di negara Timur atau hanya mencari keuntungan dari kebijakan mereka itu**
    Related Posts with Thumbnails

    La Musica