Rekonstruksi Kasus Pemerkosaan di Angkot Digelar
Tim penyidik Polres Metro Depok, Jawa Barat, menggelar reka ulang kasus pemerkosaan di dalam angkutan kota, Sabtu (31/12). Reka ulang itu menghadirkan tersangka Saad, Johanes Riko, dan Deden. Sedangkan saksi Aida tidak hadirkan karena sudah dibebaskan polisi, mengingat tak ada bukti kuat keterlibatannya.
Reka ulang digelar di halaman Mapolres Depok. Deden berperan sebagai sopir Mikrolet M-26. Sedangkan Aida yang diperagakan polisi duduk di samping Deden.
Saad dan Johanes Riko duduk di bagian belakang. Saat tiba di Jalan Raden Saleh Sukmajaya, Depok, naik korban berinisial ROS tanpa melihat jurusan mikrolet yang dibawa Deden. Dalam reka ulang, ROS juga diperagakan oleh polisi.
Tak lama angkot jalan, kedua tersangka beraksi. Tersangka Saad membekap mulut korban. Sedangkan Riko yang memegang golok melucuti perhiasan di tubuh korban. Tak hanya itu, Saad juga memperkosa korban yang kemudian diikuti Riko. Setelah itu mereka menurunkan korban di jalan tol Jagorawi tak jauh dari Cikeas, Bogor.
Ketika ditanya, tersangka Riko membantah jika uang hasil rampasan dari tangan korban digunakan untuk berfoya-foya. Dia mengaku perlu uang untuk pulang kampung.
Kapolres Depok Kombes Mulyadi Kahari membenarkan jika pihaknya melepaskan Aida. Soalnya dia tak terlibat dalam kasus tersebut.
Namun langkah polisi justru mengecewakan keluarga korban. Menurut paman ROS, Joy, status Aida seharusnya tak berhenti di saksi. Sebab dia pasti mengetahui jika korban diperkosa di dalam angkot.
0 komentar:
Posting Komentar