Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Introduksi

Blog ini mengemas NEWS, PROSA, PUISI, dan CERITA-SEKITAR-KITA. Sebagian besar berisi berita yang "Tidak Mengenakkan Dalam Masyarakat". Alasannya adalah supaya para pembaca tidak ikut-ikutan menjadi Orang Indonesia yang "Buruk". Kita sudah bosan dengan kerusuhan, konflik, entah atas dasar SARA atau Intervensi Asing, jadi marilah kita lindungi diri kita dari orang atau kelompok yang "Menginginkan Keburukan Terjadi Dalam Negeri Kita Ini".


_Asah Terus Penamu_





WeDaySupport

Tamu Wajib Lapor










hibah sejuta buku

Nurina Savitri: Indonesia Butuh Tayangan Edukatif

  • Jumat, 20 Januari 2012
  • A. Moses Levitt
  • Label , , ,


  • Masyarakat Indonesia saat ini membutuhkan tayangan edukatif ketimbang sinetron-sinetron yang hanya menjual mimpi dan hal-hal semu.

    Karena itulah, Nurina Savitri (27), perempuan kelahiran Surabaya, 30 Juni 1984, memilih bergabung dengan Kompas di Layar Kaca.

    "Sebelum memutuskan bergabung, saya cek lebih dahulu apakah ada tayangan sinetron. Ternyata Kompas lebih mengedepankan tayangan-tayangan edukatif yang mendidik masyarakat," ungkap Nurina Savitri, lulusan Universitas Airlangga Surabaya angkatan 2002 itu.

    Nurina, yang pernah terpilih sebagai Wakil IIII Cak dan Ning Surabaya tahun 2006, sebelumnya pernah bekerja di MyRadio di Surabaya selama satu tahun saat masih menjadi mahasiswi Hubungan Internasional FISIP Unair. Setelah itu Nurina bekerja di stasiun MetroTV selama 2,5 tahun, ditempatkan di Jakarta, Medan, dan Makassar.

    Nurina juga pernah mendalami bidang broadcast selama satu tahun di Voice of America (VOA) di Washington DC, Amerika Serikat. Selesai mengikuti beasiswa VOA pada April 2011, Nurina langsung bergabung dengan Kompas di Layar Kaca.

    "Saya yakin Kompas di Layar Kaca mampu mempertahankan kredibilitasnya. Sudah saatnya masyarakat diberi hiburan yang mendidik dan informasi yang berimbang, tidak berpihak," kata Nurina, news producer.

    **menjadi trend akhir-akhir ini--setelah MetroTV dan TVOne—bahwa para presenter atau pembawa berita di televisi, direkrut dari manusia-manusia fresh-graduate dan dikarunia wajah cantik dan body-nya aduhai. Nah, sungguh beruntung, mendengar banyak generasi muda hebat ini memberikan teladan baik yakni anti-sinetron. Sebab saya juga setuju bahwa sinetron membuat generasi muda negeri ini menjadi semakin instan, nrimo, hidup dalam dunia semu.**

    0 komentar:

    Related Posts with Thumbnails

    La Musica