Selama 24 jam penuh, mulai Jumat (26/8/2011) pukul 08.00 hingga Sabtu (27/8/2011) pukul 08.00, sebanyak 160 anggota Kelompok C pemadam kebakaran Suku Dinas (Sudin) Pemadam Kebakaran Jakarta Timur siap siaga di markas mereka, Jalan Matraman, Jakarta Timur.
Seperti 2.340 petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta lainnya, mereka merelakan waktu libur dan tetap menjalankan tanggung jawab untuk menjaga Jakarta dari ancaman kebakaran.
Setiap tiga hari sekali, tiga kelompok pemadam kebakaran di Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Timur bergantian piket. Dengan jeda waktu istirahat yang sangat singkat, otomatis mereka tak bisa menggunakan waktu istirahat untuk mudik pulang kampung. Apalagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta mewajibkan mereka untuk tetap masuk kerja selama masa Lebaran.
"Kalau pas piket saat malam takbir, rasanya ingin menangis karena kami tak bisa kumpul merayakan Lebaran dengan keluarga," kata Otang Setiawan (56), petugas pemadam kebakaran tertua di Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Timur, Kamis (26/8/2011) malam.
Pengalaman bertugas saat masa Lebaran telah dialami pasukan penakluk "jago merah" setiap tahun.
Sriyono (42), yang bertugas sebagai perwira piket, mengaku jarang mudik Lebaran selama 20 tahun bekerja. Hal serupa dialami Otang yang telah bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran selama 37 tahun dan Yuli Sahroni (37) yang juga bekerja 15 tahun di tempat itu.
Meski demikian, mereka sadar bahwa masyarakat sangat membutuhkan bantuan mereka. Peristiwa kebakaran yang bisa terjadi kapan pun dan di mana pun harus mereka taklukkan.
"Kami melayani masyarakat di seluruh Jakarta dan sekitarnya, entah Tangerang, Bekasi, Bogor, ataupun Depok. Jika tenaga kami dibutuhkan di daerah-daerah itu, kami langsung meluncur," kata Sriyono.
Di tengah tugas mereka yang berat, sering kali mereka harus berlapang dada menerima ketidakpuasan dari masyarakat.
"Kami sering dibilang telat datang dan kemudian dilempar batu. Selang air kami juga pernah diputus karena warga berebutan minta air. Namun, semuanya adalah hal yang wajar karena itu ungkapan warga yang sedang dirundung musibah dan bencana," ungkapnya.
2.500 petugas se-DKI
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Paimin Napitupulu mengatakan, di Jakarta terdapat 2.500 petugas pemadam kebakaran dengan armada mobil pemadam kebakaran sebanyak 360 unit. Semuanya siap sedia setiap hari, termasuk selama masa mudik hingga balik Lebaran.
Di tengah musim kemarau ini, kasus kebakaran sering kali terjadi di Jakarta. Di wilayah Jakarta Timur saja, misalnya, selama Agustus ini sudah terjadi sembilan kali kasus kebakaran. Rata-rata penyebab utamanya adalah korsleting atau hubungan pendek arus listrik.
Karena itu, meski tak mudik Lebaran, para petugas pemadam kebakaran tetap bisa berbesar hati dalam memaknai Lebaran. Mereka memiliki totalitas untuk berbagi melayani sesama. (Aloysius B Kurniawan)
- Minggu, 28 Agustus 2011 | 17:02 WIBPAHLAWAN SEJATI. Terima kasih atas pengorbanannya.
Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. KOMPAS.com akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.
KOMPAS.com berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=af24aed0&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=52&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=af24aed0' border='0' alt='' /></a>
<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a91e20b8&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=55&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a91e20b8' border='0' alt='' /></a>
0 komentar:
Posting Komentar