Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Introduksi

Blog ini mengemas NEWS, PROSA, PUISI, dan CERITA-SEKITAR-KITA. Sebagian besar berisi berita yang "Tidak Mengenakkan Dalam Masyarakat". Alasannya adalah supaya para pembaca tidak ikut-ikutan menjadi Orang Indonesia yang "Buruk". Kita sudah bosan dengan kerusuhan, konflik, entah atas dasar SARA atau Intervensi Asing, jadi marilah kita lindungi diri kita dari orang atau kelompok yang "Menginginkan Keburukan Terjadi Dalam Negeri Kita Ini".


_Asah Terus Penamu_





WeDaySupport

Tamu Wajib Lapor










hibah sejuta buku

Demo Tolak John Kei Ramaikan Mabes Polri

  • Jumat, 02 Maret 2012
  • A. Moses Levitt
  • Label , , ,
  • Ratusan kelompok warga dari terdiri FBR dan Forkabi, warga Timor serta Flores dan kelompok Ternate mendatangi Markas Besar Polri, di Gedung Barhakam Polri, Rabu (22/2/2012) sore. Mereka melakukan unjuk rasa dengan maksud meminta agar polisi memberikan hukuman mati kepada John Kei yang selama ini dianggap sebagai preman keji.

    Massa datang dengan menggunakan puluhan sepeda motor. Dalam aksi ini mereka membawa poster dan spanduk yang menghujat perilaku John Kei selama berada di Jakarta. Beberapa tulisan di antaranya, "Bebaskan Tanah Betawi dari John Kei" dan "Hukum Mati John Kei".

    "Kami dukung polisi untuk menjebloskan John Kei ke penjara. John Kei di Jakarta tidak ada apa-apanya. Sebaiknya beri hukuman yang seberat-beratnya. Dia membuat investor dan pengusaha takut untuk buka usaha di sini karena tindakan premanismenya," ujar orator demo tersebut.

    Aksi mereka sempat membuat kemacetan panjang di Jalan Trunojoyo dan jalan menuju pintu keluar Terminal Blok M. Saat berita ini diturunkan, banyaknya pengunjuk rasa membuat akses dari Jalan Trunojoyo menuju ke Jalan Tirtayasa (STM Penerbangan) ditutup dan arus dialihkan ke arah Terminal Blok M. Sejumlah wakil pemuda dari Indonesia Timur ini tengah menemui Humas Polri dan menyampaikan maksud kedatangan mereka.

    Dengan mengikat kepala mereka memakai seutas tali rafia merah, para pendemo menyebut John Kei otak dari kasus rusuh Blowfish di Ampera, beberapa tahun lalu. Mereka mengatakan siap memberikan bukti kepada polisi asalkan kasus John dituntaskan, termasuk kasus-kasus premanisme, yang mereka katakan, telah banyak menghantui Jakarta.

    "Kami juga bekas teman dekat dia, bukti ada, kami siap dukung Polri. Dia mengatasnamakan Kei dalam aksi-aksinya. Kami orang Kei tidak seperti itu. Tindak kekerasan itu melanggar hukum. Kami dukung polisi usut John Kei dan anak-anak buahnya," ujar Daud Kei, salah satu kenalan John yang mengaku tak menyukai tingkah laku John yang semena-mena.

    Kini mereka tengah berorasi di depan Barhakam sembari menunggu pertemuan wakil pemuda dan Humas Polri. Dari pantauan Kompas.com, polisi yang berjaga-jaga mencapai 200 orang, termasuk di dalamnya pasukan Brimob Polri. Hadir dalam aksi itu juga, Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto yang memantau jalannya pengamanan unjuk rasa.

    0 komentar:

    Related Posts with Thumbnails

    La Musica