Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Introduksi

Blog ini mengemas NEWS, PROSA, PUISI, dan CERITA-SEKITAR-KITA. Sebagian besar berisi berita yang "Tidak Mengenakkan Dalam Masyarakat". Alasannya adalah supaya para pembaca tidak ikut-ikutan menjadi Orang Indonesia yang "Buruk". Kita sudah bosan dengan kerusuhan, konflik, entah atas dasar SARA atau Intervensi Asing, jadi marilah kita lindungi diri kita dari orang atau kelompok yang "Menginginkan Keburukan Terjadi Dalam Negeri Kita Ini".


_Asah Terus Penamu_





WeDaySupport

Tamu Wajib Lapor










hibah sejuta buku

Dewi+bogor (Roro)

  • Minggu, 11 April 2010
  • A. Moses Levitt
  • Label ,



  • 67


    Apakah negri ini tidak memproduksi seorang anak manusia bernama Roro?
    Sudah nyaris 4 semester kami keluyuran di uar sana, diterjang panas dingin..
    "Kalo lo tuh seng, udah karatan dan tebakar."
    "Tapi gimana caranya kita temukan Roro?"
    "Mungkin kita harus ke paranormal atau mama-mama yang gipsy gitu, cez."
    "Keerlaluan...lo kate Roro itu demit?"
    Tapi dia ngilang?"
    "DPO?"
    Ah, mungkin saja tak ada pasangan orang tua yang menamakan anaknya dengan nama Roro. Tapi mereka lebih suka menamai anak-anakna dengan nama bule..
    "Bulepe?"
    Mereka lebih suka nama anak-anaknya mirip aktor aktris Hollywood gitu. tak suka mereka menamai anak-anaknya dengan nama melayu, nama kampungan, nama yang terlalu diperhitungkan dengan hari baik dan berat ringannya nama yang disandang. Kalo pake nama bule kan, tidak perlu repot-repot memikirkan semuanya itu? Tapi bagaimanakah awal dan akhir pengorbanan kami, Ibu? Kalau sampai semester 8 kami tak emukan Roro juga, kami akan pulang kampung dan kawin dengan anak perawan lain saja. Roro mungkin imajinasi Ibu.
    Kemudian teringatlah kami akan seorang teman bernama Dewi. Mungkin Dewi ini bisa menghubungkan kami dengan Roro.
    "Kok bisa?"
    "Dewi itu nama sansekerta...Devi."
    "Wow.. lo pintar juga."
    "So, dimana kita bisa ketemu Dewi?"
    "Di kampus."
    "Tapi besok hari Minggu."
    "Kita datang Senin."
    "Aku harus ke Bogor."
    "Gimana dunkz?"

    0 komentar:

    Related Posts with Thumbnails

    La Musica