Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Introduksi

Blog ini mengemas NEWS, PROSA, PUISI, dan CERITA-SEKITAR-KITA. Sebagian besar berisi berita yang "Tidak Mengenakkan Dalam Masyarakat". Alasannya adalah supaya para pembaca tidak ikut-ikutan menjadi Orang Indonesia yang "Buruk". Kita sudah bosan dengan kerusuhan, konflik, entah atas dasar SARA atau Intervensi Asing, jadi marilah kita lindungi diri kita dari orang atau kelompok yang "Menginginkan Keburukan Terjadi Dalam Negeri Kita Ini".


_Asah Terus Penamu_





WeDaySupport

Tamu Wajib Lapor










hibah sejuta buku

Ujian-kampus (Roro)

  • Senin, 14 Desember 2009
  • A. Moses Levitt
  • Label
  • 30


    Kami mulai menikmati yang namanya ujian atau quis yang dibuat di kampus. Bukan karena kami pintar atau supaya kami kelihatan lebih tenang menghadapi ujian dari pada mahasiswa yang lainnya. Tetapi kami memang senang, dan senang memang kami. Mungkin kami senang karena kami suka ke warung kopi di waktu senggang, terus membaca buku yang berat. membaca saja. Misalnya membaca di rumah, supaya:
    "Gw gak nyuruh kalian masak makan siang ya?" semprot Si Sulungdi tengah hari bolong. Yah, memang, supaya kami tidak disuruh beli air galon atau merapihkan rumah.
    "Belajar itu lebih penting dari segalanya, coy..." Si Tengah selalu menantangnya.
    Kami suka itu. Setidaknya ada penyeimbang dalam rutinitas kami yang kadang menjemukan.


    Misalnya membaca di angkot, supaya:
    "Gak jengkel dengerin obrolan remaja SMP dan SMU yang sok dan aportunis," sergah Si Bungsu.
    "Ibu-ibu yang senang menceritakan kejelekan tetangganya sendiri," tambah Si Tengah.
    "Atau penumpang cowok yang cantik minta ampun," kata kami, "dan kalau kau tidak membaca buku, kau akan ketahuan penumpang lain, sedang menatapnya dan naksir padanya.
    wkwkwkwkwkwkwkwkw..............!!!!


    Mungkil hal membaca itulah yang menyebabkan kami menjadi profesional. Melakukan apa yang penting tanpa menciptakan kerusakan untuk diri sendiri dan orang lain. kami tiba di kampur tepat jam di mulai ujian. Mengambil tempat duduk yang kosong melompong. Menarik napas dalam-dalam, mengambil lembaran soal dan jawaban, kemudian mulai mengeluarkan kentut-kentut ide yang terpancar dari lubang pengetahuan kami. Sophia! Oh Sophia! Kemudian kami mengerjakannya dengan tenang, mendayung sampan di tengah sungai, sampai waktu petang tiba, dan kami menepi, berhenti, memeras peluh, dan menyegarkan diri dengan segelas Martini. Jika sampai di titik itu, tahulah kami bahwa memang tak ada yang bisa kami tambahkan lagi pada lembaran jawaban--"Otak dan memori selalu terbatas!"
    "JUGA AKU YANG PINTAR!!!!"

    0 komentar:

    Related Posts with Thumbnails

    La Musica