Susunan pakaian, di balik 2 bingkai kaca, hitam-hitam
tumpukan menara buku fiksi miring, mungkin besok pagi roboh
jejeran mobil mainan, belum dirapikan ke rak
aku tidak meratapi kesulunganku
Besok pagi, entah matahari terbit entah badai
menara buku fiksi harus dibetulkan
tumpukan pikiran dicuci dan jejeran mobil mainan
disusun di rak kayu di luar kamar
Tutup lagi pintu itu, duduk lagi di bibir ranjang ini
mari kita pikirkan kesulungan kita
apakah sebuah berkat atau kutukan?
Dialektika Iman di Ruang Digital: Fenomena Patris Allegro dalam
Apologetika Katolik Kontemporer
-
Kemunculan Romo Patrisius Neonub, Pr., atau yang lebih dikenal dengan
persona digital Patris Allegro, tidak dapat dilepaskan dari konteks
disrupsi inform...
1 hari yang lalu


0 komentar:
Posting Komentar