Susunan pakaian, di balik 2 bingkai kaca, hitam-hitam
tumpukan menara buku fiksi miring, mungkin besok pagi roboh
jejeran mobil mainan, belum dirapikan ke rak
aku tidak meratapi kesulunganku
Besok pagi, entah matahari terbit entah badai
menara buku fiksi harus dibetulkan
tumpukan pikiran dicuci dan jejeran mobil mainan
disusun di rak kayu di luar kamar
Tutup lagi pintu itu, duduk lagi di bibir ranjang ini
mari kita pikirkan kesulungan kita
apakah sebuah berkat atau kutukan?
Paris, Paus, dan Hegemoni yang Tak Terlihat
-
Paris selalu punya cara untuk mengejutkan. Pada akhir September 2026, kota
itu dilanda gelombang protes pelajar yang keras. Ratusan sekolah diblokade,
ba...
1 minggu yang lalu


0 komentar:
Posting Komentar