Susunan pakaian, di balik 2 bingkai kaca, hitam-hitam
tumpukan menara buku fiksi miring, mungkin besok pagi roboh
jejeran mobil mainan, belum dirapikan ke rak
aku tidak meratapi kesulunganku
Besok pagi, entah matahari terbit entah badai
menara buku fiksi harus dibetulkan
tumpukan pikiran dicuci dan jejeran mobil mainan
disusun di rak kayu di luar kamar
Tutup lagi pintu itu, duduk lagi di bibir ranjang ini
mari kita pikirkan kesulungan kita
apakah sebuah berkat atau kutukan?
Trump vs. Paus Leo XIV: Ketika Ego Nasionalisme Menantang Otoritas Moral
Global
-
Paus Leo XIV mengatakan bahwa ia tidak akan gentar dalam menyerukan
perdamaian
Dunia menyaksikan sebuah paradoks sejarah pada April 2026 ketika mesin
...
5 minggu yang lalu


0 komentar:
Posting Komentar