Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Introduksi

Blog ini mengemas NEWS, PROSA, PUISI, dan CERITA-SEKITAR-KITA. Sebagian besar berisi berita yang "Tidak Mengenakkan Dalam Masyarakat". Alasannya adalah supaya para pembaca tidak ikut-ikutan menjadi Orang Indonesia yang "Buruk". Kita sudah bosan dengan kerusuhan, konflik, entah atas dasar SARA atau Intervensi Asing, jadi marilah kita lindungi diri kita dari orang atau kelompok yang "Menginginkan Keburukan Terjadi Dalam Negeri Kita Ini".


_Asah Terus Penamu_





WeDaySupport

Tamu Wajib Lapor










hibah sejuta buku
Tampilkan postingan dengan label Berita Artis Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Artis Nasional. Tampilkan semua postingan

Sebelum Grebek Rumah Raffi, BNN Sudah Intai Dari Kemang.




Penggerebekan yang dilakukan pihaknya berdasar informasi dari masyarakat kepada BNN.
JAKARTA - Sebelum menggerebek rumah Raffi Ahmad di Jalan Gunung Balong Kavling VII Nomor 16 I, RT 009/04, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah mengintai beberapa orang yang terlibat dalam pesta narkoba tersebut dari kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas BNN, Sumirat Dwiyanto kepada wartawan di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Minggu (27/1) malam.
"Kami tidak menggerebek di Kemang, tapi mengintai hingga ke rumah RA. Ada beberapa yang diintai dari Kemang itu," kata Sumirat.
Dijelaskan Sumirat, penggerebekan yang dilakukan pihaknya berdasar informasi dari masyarakat kepada BNN. 
Dikatakan, pihaknya kemudian menyelidiki informasi yang menyebutkan adanya penyalahgunaan narkoba yang dilakukan beberapa orang yang saat ini diamankan.
"Kami lakukan penyelidikan lebih lanjut. Sampai yakin di TKP ada terjadi penyalahgunaan narkoba. Baik tes urin maupun barbuk narkotika sendiri," katanya.
Saat digerebek oleh 15 anggota BNN sekitar pukul 05.00 WIB, tiga pria dan seorang wanita sedang berada di dua kamar terpisah di lantai atas. Sementara 13 orang lain termasuk si pemilik rumah, Raffi Ahmad sedang berada di lantai bawah.
"10 orang di lantai bawah. Ada yang bermain laptop, joged-joged dan ada juga yang baru datang tiga orang. Semuanya diamankan, dan diperiksa secara mendalam di BNN, termasuk kepada tiga orang yang baru datang," katanya.
Dijelaskan Sumirat, barang bukti berupa narkoba jenis ekstasi dan sabu ditemukan dalam dua lokasi yang berbeda.
Dua linting ganja ditemukan di sebuah buffet di dalam kamar Raffi yang berada di lantai bawah, sementara 14 butir ekstasi ditemukan di dalam laci di ruang makan.
"RA sendiri saat digerebek lagi berada di luar bersama teman-temannya," katanya.

#1. Apakah benar warga melapor karena sering ada party di rumah Raffi Ahmad? Awak media perlu menanyakan ke RT dan RW setempat, kalau perlu ke para tetangga satu persatu. Jika warga pernah melapor, berapa kalikah itu? RT atau RW sudah menindaklanjuti atau tidak? Apakah volume party di rumah Raffi Ahmad begitu hebohnya sehingga mengganggu tetangga dan meresahkan sehingga perlu dilaporkan—bandingkan pesta mabuk-mabukan geng-geng motor dan lain-lainnya dir el kereta api atau tempat pelacuran yang lokasinya dekat dengan masyarakat—sebagai sebuah ancaman, ataukah hanya karena orang-orang ini artis? Ada sentiment di sini?
#2. Keluarkan nama semua orang yang dikatakan BNN terlibat party di rumah Raffi Ahmad supaya masyarakat bisa menilai. Jangan sampai nanti nama-nama itu—jika nanti tidak terbuku—hilang begitu saja, padahal BNN telah melakukan kesalahan penangkapan. Masyarakat perlu BNN bertindak jujur dan adil.
#3. Media atau pihak BNN yang melihat di TKP, harus memberikan informasi yang jelas, tidak bersayap dan membuat masyarakat menduga-duga. Jika tidak katakan tidak, jika ya katakan ya. Contohnya, siapa saja yang ada di dalam kamar di lantai atas, siapa di kamar mana, berapa orang. Supaya masyarakat tidak menduga orang-orang ini sedang melakukan tindakan asusila atau memakai narkoba di kamar. Dan kamar mana yang katanya ditemukan barang bukti itu? Apakah kamar yang berisi orang atau tidak?
#4. Dua barang bukti ditemukan di bufet kamar Raffi dan laci ruang makan. Nah, biasanya seperti di film-film Hollywood atau penggerebekan miras, sabung ayam atau prostitusi, langsung ada foto dan barang bukti di depan para pelaku. Misalnya mereka sedang meracik narkoba atau sedang menyalakan ganja atau ketika BNN datang, mereka cepat-cepat menyembunyikan dalam lipatan sofa, kotak sampah dan lain sebagainya. Tapi dari pemberitaan ini, kelihatan bahwa posisi barang bukti dan mereka yang dituduh sebagai pelaku tidak berhadapan langsung. Bisa dikatakan tidak tertangkap tangan. Hanya saja benda-benda itu ditemukan dalam rumah yang sama dengan mereka yang dituduh sebagai pelaku.
#5. Orang bodoh seperti saya yang tidak mengenal seluk beluk cara kerja BNN dan situasi pada saat penggerebekan pun, bisa menduga-duga, bahkan mencurigai ada yang tidak beres. Alasannya sederhana saja, mereka tidak tertangkap tangan sedang “berhubungan dengan barang bukti”, tidak ada foto dari BNN maupun media, kecuali muka orang-orang, rumah, mobil dan berita-berita yang kemudian menyusul. Seperti kata ibunda Raffi, apakah tidak ada kemungkinan ini jebakan?
#6. Kalau pun Raffi dan kawan-kawannya ini minum bir, joget sambil memaki-maki dan ketawa-ketawa pun, saya kira itu urusan mereka. Jadi, penting dilakukan tes urin dan sebuah tim khusus, dengan bantuan media yang seimbang, harus memantau ini terus. Apakah hasil tes urin positif atau negatif. Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak. Dan kalau terbukti negatif, BNN harus mengeluarkan pernyataan minta maaf kepada mereka yang digrebek dan masyarakat secara umum karena telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan di rumah orang.
#7. Dukung terus BNN memberantas peredaran narkoba di masyarakat, khususnya pada public figure dan aparatur negara yang menegakkan hukum. Hidup BNN! Hidup Indonesia!


-Avram bar Kokbah-

Dirawat di HCU RS Gading Pluit, Joy Sebastian Belum Sadar


Korban kecelakaan Nissan Juke yang menabrak tiang reklame dan terbakar di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Joy Sebastian belum sadar. Kerabat dan teman-temannya yang menunggui terus menangis mengelilingi Joy yang terbaring dibalut berbagai alat medis.

Pantauan detikcom di ruang VIP 5 RS Gading Pluit, Sabtu (10/3/2012), dada Joy masih ditempeli alat medis. Alat bantu pernafasan juga masih menempel di hidung Joy.

4 Orang berdiri menunggui Joy yang sebagian badannya ditutup selimut. Sedangkan 3 kerabat lain menungu di luar ruangan sambil melihat Joy dari balik kaca. Aura muka kesedihan menggelayut tebal di muka kerabat. Mereka masih terus menangis sebagai tanda duka mendalam.

Nissan Juke itu terbakar sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, mobil tersebut melaju dengan kencang menuju arah Bundaran HI sebelum akhirnya menabrak tiang reklame dan terbakar di depan Mid Plaza.

Dua orang menjadi korban akibat insiden tersebut. Selain Joy Sebastian yang mengalami luka bakar, satu korban lagi yang tewas terbakar diketahui seorang perempuan bernama Olivia Dewi. Mobil telah dievakuasi pukul 06.15 WIB.

**untuk para korban kecelakaan dimanapun saja, siapapun saja, agama apapun saja, sukubangsa apapun saja, kaya atau miskin, jelek atau cakep, sebagai makhluk social, kita mesti mengutamakan berdoa agar mereka “tidak meninggal” bukannya malah mencaci maki dan menganggap mereka boleh saja “celaka” karena alasan-alasan tolol di atas**

Olivia Punya SIM, Januari Lalu Rayakan Ultah ke-17


Korban Nissan Juke yang menabrak tiang reklame dan terbakar, Olivia Dewi, kini terbujur mengenaskan di dalam peti mati. Runner up Gadis Sampul 2010 ini baru saja merayakan ulang tahunnya ke 17 pada Januari lalu.

"Dia sudah punya SIM. Januari lalu baru merayakan ulang tahun ke-17," kata seorang teman Olive yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan di rumah duka RS Dharmais, Jalan S Parman, Jakarta, Sabtu (10/3/2012).

Saat ini suasana duka masih sangat terasa di RS Dharmais. Orang tua Olivia datang dan langsung memasuki kamar jenazah. Saat wartawan mencoba mengambil gambar kedatangan kedua orang tua tersebut, seorang laki-laki meminta wartawan untuk tidak mengabadikan momen tersebut.

"Tolong jangan diambil gambar. Kami sedang berduka," teriak seorang laki-laki bertubuh besar.

Seperti diketahui, Nissan Juke itu terbakar setelah menabrak tiang papan reklame sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, mobil tersebut melaju dengan kencang menuju arah Bundaran HI hingga akhirnya menabrak tiang reklame dan terbakar di depan Graha Santana. Dua orang menjadi korban akibat insiden tersebut. Mobil telah dievakuasi pukul 06.15 WIB.

**Olivia sudah punya SIM, Januari lalu 17 tahun. Lalu kenapa bisa sebelum berulang tahun ke-17, Olivia sudah lama bawa mobil dan sudah bisa nyetir? Sekali lagi, ini menjadi PR kepolisian dan orangtua. Membatasi berkendara para anak-anak 17 tahun ke bawah adalah salah satu cara menanggulangi LakaLantas**

Jenazah Olivia Mengenaskan, Pinggang ke Bawah Hampir Hancur



Jenazah korban Nissan Juke yang menabrak tiang reklame dan terbakar, Olivia Dewi, mengenaskan. Selain terbakar, pinggang ke bawah juga nyaris hancur akibat terjepit Juke yang penyok menghantam papan reklame di Jalan Sudirman tersebut.

"Tadi saya sempat lihat pinggang ke bawah nyaris hancur," kata seorang teman Olive yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan di rumah duka RS Dharmais, Jalan S Parman, Jakarta, Sabtu (10/3/2012).

Menurut temannya, Olivia usai menabrak tidak sadarkan diri. Apalagi Olivia membawa Juke dengan kecepatan tinggi. Saat ini keluarga dan teman-teman Olive terus berdatangan ke kamar duka. Datang juga beberapa polisi ke RS Dharmais.

"Kalau bisa bawa mobil sudah lama. Sudah lama dia bisa nyetir," tambah teman Olivia.

Seperti diketahui, Nissan Juke yang dikemudikan Olivia terbakar setelah menabrak tiang papan reklame sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, mobil tersebut melaju dengan kencang menuju arah Bundaran HI. Selain Olivia, ada seorang lainnya di mobil tersebut, Joey Sebastian. Joey yang mengalami luka bakar dirawat di RS Gading Pluit.

**sungguh berbahaya. Menurut kata temannya, Olivia bisa bawa mobil, itu oke. Olivia sudah lama bisa nyetir, itu oke. Tapi sudah lama dan sudah bisa tidak pernah menjamin dia terhindar dari kelalaian di jalan raya. Penting bahwa orangtua dan pihak kepolisian membatasi mereka yang dibawah 17 tahun untuk tidak menyetir**

Saat Diangkat dari Juke Maut, Jenazah Olivia Rontok



Jenazah Olivia Dewi, korban tewas mobil Nissan Juke yang menabrak tiang reklame dan terbakar di depan Wisma Nugraha Santana, Jl Sudirman, Jakarta, sangat mengerikan. Jenazah hanya tinggal tengkorak. Bahkan saat diangkat dari Juke, jenazahnya rontok.

"Kondisi korban sudah terbakar, tinggal tengkorak. Saat diangkat badan sudah pada copot-copot. Benar-benar sudah hancur," ujar Kasi Laka Polda Metro Jaya, Kompol Miyanto, di kantor Polantas Polda Metro Jaya, di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (10/3/2012).

Menurut Miyanto, saat diangkat, dari lutut hingga badan runner up Gadis Sampul 2010 itu sudah tidak ada lantaran hangus terbakar. Bahkan rambut Olivia juga tidak ada.

"Tengkorak kepala retak," kata dia. Miyanto menyangkal Olivia terjepit setir saat diangkat. Posisi Olivia yang mengemudikan mobil itu jauh dari setir.

"Dia jauh dari setir," ucap Miyanto.

Juke itu terbakar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, mobil tersebut melaju dengan kecepatan 80-90 km/jam menuju arah Bundaran HI sebelum akhirnya menabrak tiang reklame dan terbakar di Sudirman. Mobil telah dievakuasi pukul 06.15 WIB.

Selain Olivia, Joy Sebastian juga menjadi korban. Joy mengalami luka bakar dan saat ini dirawat di RS Gading Pluit.

**kenapa cara pembahasaan beritanya seperti ini? "Tengkorak kepala retak," kata dia. Miyanto menyangkal Olivia terjepit setir saat diangkat. Posisi Olivia yang mengemudikan mobil itu jauh dari setir.

"Dia jauh dari setir," ucap Miyanto.

Kenapa harus ada “menyangkal?” Wartawan seharusnya tidak menulis pernyataan yang tidak enak dan provokatif begini. Urusan lain, apa yang diasumsikan wartawan, yang penting adalah memberitakan fakta, bukan asumsi pribadi**

Related Posts with Thumbnails

La Musica