Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Introduksi

Blog ini mengemas NEWS, PROSA, PUISI, dan CERITA-SEKITAR-KITA. Sebagian besar berisi berita yang "Tidak Mengenakkan Dalam Masyarakat". Alasannya adalah supaya para pembaca tidak ikut-ikutan menjadi Orang Indonesia yang "Buruk". Kita sudah bosan dengan kerusuhan, konflik, entah atas dasar SARA atau Intervensi Asing, jadi marilah kita lindungi diri kita dari orang atau kelompok yang "Menginginkan Keburukan Terjadi Dalam Negeri Kita Ini".


_Asah Terus Penamu_





WeDaySupport

Tamu Wajib Lapor










hibah sejuta buku
Tampilkan postingan dengan label kearifan lokal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kearifan lokal. Tampilkan semua postingan

Limabah+pabrik (Roro)

  • Kamis, 22 April 2010
  • A. Moses Levitt
  • Label , , ,
  • 70

    Anehnya kami, biar telah merasa bersalah semalam karena pulang subuh-subuh ke rumah, paginya malah tidur terus sampai jam 2 siang. Orang harus mengbangunkan kami berulang kali. Suasana akan menjadi sepi, ketika di luar hujan dan bau tanah menyentuh hidung. kami tarik tempat jemuran ke dalam lindungan atap kanopi teras belakang... dan mandi. Air tidak lagi dingin. Lama kami mandi hingga kami merasa puas bermain air. Teringat kami lagi bagaimana dulu sring mandi di kali di ujung kampung. Kali itu mestinya sekarang sudah kotor dan tercemar sebab dia menggambarkan bahwa 2 buah Baja Ringan telah beroperasi selama 8 bulan. Kami sarankan Ibu jangan pernah menyentuh air itu.
    "Terpikirkan oleh Ibu untuk bilang pada tetangga lain," balas Ibu. "Tapi itu air mereka. Sudah lama mereka hidup dari situ. Sekarang air PAM macet-macet. Dan kalian tahu sendiri, orang seperti Mak Paun tidak punya keran air PAM, juga banyak keluarga lainnya."
    "Nah, oleh karena itu, Ibu yang mesti membantu mereka. Bapakkan punya bak penampung besar. Mereka bisa ambil air di situ dengan bayaran murah. Bukankah mereka itu sanak saudara kita?"
    "Tidak segampang itu meyakinkan mereka. Jalan keluar terbaik adalah membersihkan sungai itu dari limbah pabrik," kata Ibu dengan yakin, sama tak yakinnya seperti kami tang sekarang tengah membayangkan limbah kimia itu sedang terapung-apung di permukaan air sungai, di bawa kemana-mana, melukai apa saja yang dilaluinya.
    "Apalagi sekarang ada masalah soal penimbunan minyak dan gula pasir. Jangan-jangan Ibu dan Bapak dikira menimbun air dan menjual demi keuntungan. PAM bisa marah."
    "Makanya mereka juga mesti cari jalan keluar untuk orang-orang seperti Mak Paun."
    "Pipa-pipa air itu dihitung dengan rupiah, anakku."
    "Memang ironis, Ibu. tapi Ibu mesti bantu mereka."
    Setidaknya kalau mereka kekurangan air bersih, suruh mereka datang ke rumah. Tuhan pasti membantu mensosialisasikan bahaya memakai air dari sungai.
    "Semoga begitu, anakku." Dan tiba-tiba dia bertanya dengan memelas, "Roro?"
    "Ibu--"
    "Yah."
    "Nyaris mustahil."
    Tapi kalimat itu tak kami katakan. Kami simpan dalam hati dan berdoa agar Tuhan juga membantu kami menemukan Roro--demi Ibu? Siapakah sebenarnya Roro ini? Sanak saudara Ibu dan Bapak yang hilang? Atau cuma iseng-iseng Ibu belaka?

    Primitif+Primera (Roro)


    57

    Kami sebenarnya benci membeberkan hal ini pada orang lain yang menyebalkan itu. Bahwa Teori Evolusi Antonini Ramon mengatakan dengan jelas, rasa manusia yang semakin jauh fisiknya dari nenek moyangnya...
    "Emang nenek moyang kita siapa sih, Bang?"
    "Simpanse."
    "Ah, sok tahu lu, bego...nenek moyang kita ma ikan," lawan Si Sulung. "Ikan itu hidup di aer anget trus bermigrasi ke darat menjadi semacam kadal-kadalan dan dari situ punya apa yang kita miliki sekarang ini."
    "Jadi dulu mereka ga punya penis ya, Bang?" Si Bungsu masih bertanya, percaya banget dia sama abang kami yang sulung. Bah...!

    Nenek moyang kita itu ras manusia yang paling hebat tangguh, dan fight. Tapi semakin hari ras manusia yang semakin jauh dari nenek moyangnya, dalam bentuk apapun (yang bangga akan kemodernannya) adalah ras manusia paling rapuh dan menjadi kantong-kantong kerusakan baik bagi manusia itu sendiri, tumbuhan, maupun binatang. Juga material lainnya.
    "Bagaimana dengan para Elf?"
    "Kebanyakan baca Eldest lu, cong."
    Maka menurut Teori Evolusi Antonini Ramon yang terbaru, ras manusia yang ada di pertengahan:
    A-->B-->C (kasih lingkar di B, kawan) adalah ras manusia yang terbaik saat ini. Mereka adalah kumpulan manusia yang akan menyelamatkan dunia. Dan mereka ini adalah orang-orang yang sering kami cap PRIMITIF!

    "Lalu gimana dunkz, Bang?"
    "Mulai hari ini, lu ga boleh menghina dan memandang rendah orang-orang dari suku-suku primitif."
    "Kenapa emangnya, Bang?"
    "Karena bumi dan jiwa dari mother earth ini di jaga oleh mereka-mereka itu. Ga ada mereka, lu udah mati kemaren-kemaren kali, Dek."
    "O........begitu. Oke de, Bang!"
    Ah, menjengkelkan sekali, dialog Si Bungsu dan Si Sulung mengganggu persiapan presentasi kami buat besok di depan ratusan kakak tingkat di kampus. Ah, pengacau lu semua!
    Related Posts with Thumbnails

    La Musica