Introduksi
_Asah Terus Penamu_
WeDaySupport
Cari Kerja Saja (Roro)
Galau. Getir. Takut. Cemas. Kecewa. Semua ada pada diri kami 4 bersaudara. Liburan yang jadi kacau. Apalagi di tambah, kekasih baru Abang yang sering telepon dan bilang:
"Bantuin aku dong, say. Kerjaan menumpuk."
Kami tidak tahu wanita itu kerjanya apa, sehingga banyak tumpukan di rumahnya.
"Barangkali penadah koran dan barang bekas, bro?" sela Si Tengah yang sudah sebulan no contact sama si temi. Tambah cantikkah gadis itu?
"Kacau balau. Gw rasa kaya dihimpit kayu-kayu gelondongan. males. Marah. Pengen lari ke dalam sumur biar ilang," keluh Si Sulung. Kami ber3 saudara jadi kasihan padanya. Tapi mau bagaimana? Buat laki-laki 23 tahun yang belum lulus-lulus Skripsi, Abanng harus tanggung resiko. Pertama, diuber2 pacarnya buat merit. Kedua, diancam Bapak tidak kirimin duit bulanan. Ketiga, malu sama teman2 dan kerabat di kota ini.
"Ah, Abang. Kita cari kerja aja. kalo punya penghasilan, orang2 gak akan mandang kita renddah coz belum lulus juga skripsinya."
"Betul, cez. Lo encer juga otaknya."
Si Sulung senyum. Kami ber3 saudara bahagia buat dia.
Koordinasi Buruk Hadapi Banjir

Kelambanan penanganan bencana banjir bandang di Wasior, Papua Barat, disebabkan buruknya koordinasi penanganan oleh pemerintah. Padahal, jika pemerintah betul-betul menyadari bahwa Indonesia adalah negara rawan bencana, koordinasi bisa dirumuskan sejak awal sehingga implementasinya lebih baik.
Kepala Konsorsium Pengurangan Risiko Bencana Dadang Sudardja mengatakan, persoalan penanganan bencana bukan terletak pada ketersediaan aturan yang jelas, tetapi pada aspek implementasinya. Implementasinya sering gagal karena tak ada koordinasi.
"Harusnya sudah bisa diprediksi, ya. Kami kan punya peta kerawanan bencana. Negara ini punya tingkat bencana yang cukup tinggi. Kami harusnya punya aparat yang punya daya jelajah tinggi. Harusnya kalau dikoordinasikan dengan baik bisa. Tapi, kami tidak mempersiapkan diri. Saya kira persoalannya di tingkat koordiinasi, pola komunikasi yang membuat bertanya terus ini kewenangan siapa?" ujarnya dalam diskusi mingguan Polemik di Warung Daun Cikini, Sabtu (9/10/2010), yang bertajuk "Bencana Alam Mengancam".
Dadang mengatakan, terjadi stagnasi di pemerintah daerah dalam merespons kebijakan tentang penanganan bencana. Dalam data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterimanya, Dadang mengatakan, korban bencana masih mengalami kekurangan bantuan, terutama kebutuhan dasar pengungsi, seperti makanan, tenda, selimut, premium, dan kantong jenazah. Para relawan yang masuk juga masih minim.
"Kalau bisa berjalan baik sebenarnya bisa diminimalisasi. Kami ini reaktif. Padahal, kami sudah ada peraturan tentang pengaturan bencana dan ada rencana nasional yang bisa diimplementasikan," kata Dadang.
Staf ahli presiden, Velix Wanggai, mengatakan, pemerintah sudah memiliki standar penanganan bencana yang sudah diterapkan dalam tiga tahun terakhir. "Peta kerawanan bencana dan perubahan iklim sudah ada," ujarnya.
Jual Diri Setelah Bencana
Gempa bumi itu sudah sepuluh bulan berlalu. Insiden tersebut menewaskan paling sedikit 250.000 jiwa. Tak cuma itu, lebih dari sejuta warga Haiti kehilangan tempat tinggal.
Masih menurut Teff, bahkan tiap hari banyak kasus perkosaan beramai-ramai. "Perlindungan keamanan amat minim dan preman merajalela hingga suasana penampungan menjadi menakutkan," tuturnya.
Berangkat dari kejadian itu, Teff meminta Pemerintah Haiti memberikan perlindungan lebih besar kepada para pengungsi.
Sementara itu, mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, yang juga utusan khusus PBB untuk Haiti mengaku frustrasi dengan lambatnya penyaluran bantuan yang dijanjikan. Namun, Clinton mengisyaratkan bahwa Pemerintah AS segera mengirim apa yang ia sebut sebagai uang muka bantuan dalam jumlah besar.
Tuti Sang TKW yang Nyaris Gila
Korban, warga Desa Pasar Baru Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, itu beberapa waktu yang lalu sempat diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya di Malaysia.
Setelah berjuang, akhirnya Tuti Handayani bisa pulang ke kediaman keluarganya. Namun, sangat mengenaskan.
Tuti hilang ingatan dan harus mendapat perawatan dari psikiater. Selain itu, setelah mendapat pendampingan dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Langkat, kondisi Tuti akhirnya pulih, dan kini dia bisa beraktivitas kembali.
Pada Selasa (5/10), Ketua PKK Langkat Ny Nuraida Ngogesa Sitepu, berkenan memberikan sejumlah bantuan kepada Tuti Handayani.
Nuraida juga mengimbau masyarakat Langkat, bila menemukan gejala ataupun adanya orang-orang yang memberi iming-iming untuk dipekerjakan ke negara jiran, jangan lekas percaya.
"Telusuri terlebih dahulu, jangan nanti akhirnya masyarakat akan menjadi korban pula, seperti yang dialami Tuti Handayani. Kita tidak inginkan lagi Tuti lainnya menjadi korban," katanya.
Demi Ibu (Roro)
Yang bisa kami ber3 saudara lakukan ada beberapa hal, maka diam-diam kami, Si Tengah dan Si Bungsu merembug di tempat jemuran waktu Si Abang lagi pergi sebentar ke perpustakaan kampus. Kami ber3 berbicara tentang kehidupan kami ber4. Kami berjanji akan melancarkan rencana tanpa cacat. Kami akan rajin belajar. Dapat IPK 3 koma. Cari kerja dikit-dikit dan tidak sibuk pacaran dulu.
"Ga ML dulu," cetus Si Tengah.
"Gak ngedrugs," sambar Si Bungsu.
Tidak minum JD, Tq, Mar, atau BM. Tidak party-party di Musro atau Indochine dan melakukan tindak kriminal apapun.
"Demi Ibu!" kami berseru nyaris haru.
"Demi Ibu!" Si Tengah dan Bungsu ikut gempita.
Dan mulai detik ini kami ber3 akan bantu Abang menyelesaikan skripsinya dalm 3 bulan ke depan. Biar Ibu senang dan dengan itu menjadi panjang umurnya. Setelah itu kami ber3 akan giat menemukan Roro, di lubang manapun dia berada.
Kami harus, juga demi Ibu!
Met Lebaran!

Kenapa Tuhan? (Roro)
"Baru tau sekarang ya? Perasaan Ibu selama ini anemia atau maag."
Kami takut. Trus terang takut sesuatu terjadi di rumah dan Ibu kena stroke. Makanya kami ber3 tak mau Abang tahu soal ini. Si Tengah sudah berjanji tidak akan bocorkan rahasia ini, juga Si Bungsu. Tapi dia nangis diam-siam. Kenapa Ibu bisa sakit begitu?
Kami mulai merasa Tuhan tidak adil. Di saat Bapak mulai mau pensiun, kok banyak hal menjadi kacau? Kenapa tidak Tuhan buat semuanya baik-baik saja? Kenapa Tuhan tidak biarkan mereka menikmati masa tua dengan tenang? Kenapa? Dan tiba-tiba kami merasa, Roro mungkin "sign" untuk apapun yang sedang dan akan terjadi.
Ibu Sakit Jantung (Roro)

"God Damn."
"Baru tau sekarang ya. Perasaan Ibu selama ini cuma Anemia sama Maag."

Terus terang kami ber3 takit sekali. Takut ada sesuatu terjadi di rumah atau di kampung trus Ibu kena serangan jantung, stroke dan...
"Gila lo ngomong apa?" Si Tengah gak sanggup menerima kenyataan itu, soalnya dia lumayan dekat dengan Ibu. Tapi yang gak boleh tahu kabar ini adalah Si Sulung. Tahukah kalian bahwa Ibu menunggu 7 tahun untuk melahirkan Abang?
Terus terang kami belum bisa terima itu. Kami pasti gila. Kami ber3 juga berjanji untuk menyimpan rahasia ini dari Abang. Si Bungsu bilang, dia siap dipotong uang jajannya selama setengah tahun jika ketahuan membocorkan rahasia itu pada Abang.
Kenyataan itu membuat kami merasa Tuhan gak adil. Di saat Bapak mau pensiun, kok banyak hal jadi kacau? Kenapa gakTuhan buat semuanya baik-baik saja? Kenapa Tuhan gak biarkan Ibu dan Bapak menikmati masa pensiun dengan tenang? Kenapa? Tiba-tiba kami merasa, Roro mungkin "sign" untuk apapun yang sedang dan akan terjadi pada Ibu. Kami harus segera menemukan wanita ini. Wanita mesterius yang mungkin mitos dari Ibu.
Soulmate (Roro)
Ibu atau Skripsi? (Roro)
Skripsi vs Ibu (Roro)
"Dengan syarat, kalo lo buka situs porno, uang jajan lo potong buat beli buku."
La Musica
About Me
- A. Moses Levitt
- Cipinang Indah, Jakarta, Indonesia
- Nenek berdarah Belanda, kakek berdarah Portugis. Bapak berdarah Aceh Singkil. Ibu melayu totok. Pernah bersekolah di St. Dominici, sebuah pendidikan berasrama dengan basik Latin, nyaris mirip Hogwarts. Tidak menyelesaikan kuliah Filsafat karena tidak relevan. Mencoba menulis cerpen yang tak kelar-kelar.
Followers
blogroling
-
Trump vs. Paus Leo XIV: Ketika Ego Nasionalisme Menantang Otoritas Moral Global - Paus Leo XIV mengatakan bahwa ia tidak akan gentar dalam menyerukan perdamaian Dunia menyaksikan sebuah paradoks sejarah pada April 2026 ketika mesin ...3 bulan yang lalu
-
Panggilan - Tujuh belas tahun berdiam di lereng gunung merbabu, turun gunung menuju kota yang didirikan oleh Pangeran Pandan Arang. Mencari bekal disana selama empa...9 tahun yang lalu
-
Makna Cinta - Pada akhirnya merindukan menulis di depan layar laptop, menikmati sunyi malam dan gemericik turun hujan. Aroma aspal yang dihentak basah, ditinggal kuc...6 tahun yang lalu
-
Kisah masa lalu - Kembali menilik Kisah masa lalu Rasa mengelitik Sepertinya itu rindu Rangkaian kata Bukan tanpa makna Hanya ungkapan sebuah rasa Yang dulu pernah singgah12 tahun yang lalu
-
[MothersDay] Astuti - Untuk beberapa blogger yang punya FBnya pits pasti udah baca sekilas cerita tentang Astuti. Disini mo cerita lebih lengkap lagi ... Karena bulan ini banyak...10 tahun yang lalu
-
-
IDEOLOGI DEWASA INI DAN ‘KEGAIRAHAN’ PADA KIRI INDONESIA - Kata ideologi sendiri dewasa ini, dan mungkin juga sebagai sebuah warisan Orde Baru, bagaikan momok yang menakutkan di Indonesia. Kata ideologi kerap berko...10 tahun yang lalu
-
Sky is the Limit Layout - I had to shrink the wallpaper a lot in order for it to fit, therefore, you might not be able to read the words at the very bottom. Some of you might be a...13 tahun yang lalu
-
Saya Locavore, Ayo Kamu Juga Dong - Mencari Bumbu Khas di Pasar Peunayong Banda Aceh Suka makanan yang tergolong pangan lokal, itu saya. Suka makanan khas Palembang dan Sumsel secara umum, ...6 tahun yang lalu
-
"Beri Aku Jalan!" - Menembus jalan di kotaku, pada suatu ketika (mulai mendongeng – karena aku lupa hari apa waktu itu). Terdengar suara sirene dari arah belakang. Suaranya...12 tahun yang lalu
-
Pengalaman naik taksi online Bagian III : Supir ogah cancel order - Lagi, pengalaman kagak enaknya naik taksi online. Supir ogah membatalkan order. Padahal yang mau membatalkan dari pihak supir. Bukan dari pihak saya, selak...9 tahun yang lalu
-
NASI ULAM DI FOOD COURT MKG 1 dan 2 - Waktu kecil sering banget jajan nasi ulam. Tapi sekarang susah nemu nasi ulam. Mungkin ada yang jual tapi jaraknya dari rumah lumayan jauh. Sempat gugel wa...10 tahun yang lalu
-
Wellington and Farm - Mit der Tourismus Klasse war ich von Mittwoch bis Freitag in Wellington, Neuseelands Hauptstadt und angeblich die windigste Stadt der Welt. Dienstag Abend...9 tahun yang lalu
Labels
Cuaca Jakarta
PlurkNetwork
Sign In
Share It
Instant_Search
Popular Posts
-
Desas-desus , isu, gosip, dan apapun namanya itu, kini makin santer diperbincangkan dalam rumah-rumah penduduk Ordys Rexare. Pedagang-pedag...
-
59 Suatu hari akhirnya kami tahu kalau wanita yang di laundry itu bernama Puput. Ada lagunya soal Puput ini yang selalu kami nyanyikan ...
-
Penyanyi yang juga aktris senior Dewi Yull mengaku sudah ikhlas atas kepergian Giska Putri Agustina Sahetapy, putri semata ...
-
KPK Periksa Erwin Gutawa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan musisi Erwin Gutawa , Kamis (28/12/2011). Dia a...
-
Kapolri : Pasti Ada Pelanggaran. Kepolisian memastikan ada pelanggaran yang dilakukan anggota terkait dengan peristiwa pembubaran paksa ...
-
Sidang perdana terdakwa Wisma Atlit M Nazaruddin, Rabu (30/11/2011) menjadi penentu bagi masa depan Partai Demokrat. Fakta pengadilan Naza...
-
23 Si Tengah melihat teman kuliahnya sedang jalan dengan seorang laki-laki bertubuh tinggi, agak bungkuk, meski. Dia tak kenal laki-lak...
-
21 Nyaris empat hari kami berempat tidak keluar rumah. Bukan karena tidak punya duit. Kami hanya ingin bersenang-senang bersama keluarg...
-
25 Temi. Kenapa dalam kisah kami yang tak berkesudahan ini terdapat kisah seorang gadis bernama Temi? Karena kisah Temi adalah kisah pa...
-
Leg pertama play-off antara Bosnia-Herzegovina dan Portugal bakal menjadi pembuktian ketajaman antara dua penyerang subur di La Liga da...


